Sunday, February 15, 2026
HomeBeasiswaAwardee StoryValentina Wongitem: Dua Kali Lolos AAS & Boyong Keluarga ke Australia

Valentina Wongitem: Dua Kali Lolos AAS & Boyong Keluarga ke Australia

Valentina Wongitem adalah seorang penerima beasiswa Australia, yaitu Australia Awards Scholarship, sebanyak dua kali pada tahun 2012 dan 2020. Saat ini, ia berhasil meraih PhD in Population Health, Curtin University, Australia. Namun, ia tidak hanya berhasil ke sana sendiri. Sebagai awardee, ia bahkan berhasil boyong keluarganya ke Australia.

Nah, untuk mendapatkan beasiswa ini, ia pun sudah melewati beragam tantangan. Well, apa kamu mau tahu kisah Valentian Wongitem selengkapnya? Yuk, baca cerita perjuangannya di bawah ini!

Mengikuti Panggilan

Valentina Wongitem - Mengikuti Program

Pada awalnya, Valentina Wongitem adalah seorang sarjana Farmasi di Universitas Islam Indonesia yang menempuh pendidikan profesi apoteker di salah satu universitas terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kemudian, ia memilih untuk berkarier di daerah asalnya, Kalimantan Selatan. Saat itu, ia memulai perjalanan kariernya sebagai apoteker di perusahaan farmasi BUMN.

Setelah beberapa waktu berlalu, ia menemukan panggilan lain yang sebenarnya lebih ingin ia kerjakan, yaitu menjadi seorang pengajar.

Akhirnya, ia mencoba untuk mendaftar PNS sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat yang baru membuka jurusan farmasi selama dua tahun. Tak disangka-sangka, Valentina lolos seleksi PNS dan diterima menjadi dosen pada tahun 2008!

Baca Juga: Mutiara Arsya: Gagal LPDP & AAS Malah Jadi Awardee Tunggal Ajinomoto Scholarship ke Jepang

Lolos Australia Award Scholarship!

Valentina Wongitem - Lolos Australia Award Scholarship

Karena minimnya lulusan S2 saat itu, dosen hanya bergelar sarjana tetapi harus bersedia segera melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Karena Valentina memang bercita-cita untuk terus menempuh pendidikan, ia meresponi persyaratan ini dengan antusias.

Di tengah keterbatasan informasi seputar beasiswa, terutama beasiswa ke luar negeri yang menjadi tujuan Valentina, ia berhasil mendaftar beasiswa AMINEF walau gagal pada tahap seleksi wawancara.

Namun, kegagalan ini dijadikan sebagai refleksi dan evaluasi oleh Valentina. Kemudian, ia berhasil mendapatkan beasiswa selanjutnya yang ia coba, yaitu Australia Award Scholarship (AAS), pada tahun 2012.

Struggle IELTS dan Ganti Jurusan

Valentina Wongitem - Struggle IELTS dan Ganti Jurusan

Setelah itu, Valentina harus berjuang dengan skor IELTS jurusan farmasi di Australia yang sangat tinggi. Walau sudah mendapatkan peningkatan skor rata-rata dari 5,5 menjadi 7, ia belum mencukupi syarat untuk masuk jurusan yang diinginkan.

Akhirnya, ia beralih jurusan ke Public Health yang berkonsentrasi pada permasalahan terkait obat (farmakoepidemiologi) di salah satu universitas di Australia, yaitu Curtin University.

Setelah menyelesaikan studi S2 di Curtin University selama dua tahun, Valentina kembali ke Indonesia dan mulai menata kehidupannya. Namun, ia sudah bertekad untuk kembali menempuh S3 ke Australia dengan membawa keluarganya di masa depan.

Merencanakan Masa Depan

Valentina Wongitem - Merencanakan Masa Depan

Dengan gelar S2-nya, Valentina kembali mengabdi di Universitas Lambung Mangkurat. Saat itu, ia juga menikah dan membangun keluarga baru.

Awalnya, suaminya tidak memiliki visi untuk pergi ke luar negeri dengan agenda menemani Valentina untuk menempuh pendidikan S3, apalagi karier suaminya sedang mengalami peningkatan dan mereka memiliki satu anak yang masih kecil. 

Namun, pada suatu ketika, suami Valentina mengalami GERD psikosomatis karena kecemasan. Di saat yang bersamaan, Valentina mendapat tawaran beasiswa penuh dari rekannya di Universitas Curtin.

Ketika itu, ia menolaknya. Sebab, jika ingin mengambil beasiswa, ia ingin mencoba beasiswa AAS yang dapat memberikan fasilitas subsidi childcare. Setelah mendengar hal itu, suami Valentina pun memberikannya izin untuk kuliah jika lolos beasiswa AAS.

Baca Juga: Inria Astari Zahra, Dokter Muda yang Memilih S2  Public Health dibandingkan Dokter Spesialis

Menunda Pendidikan

Valentina Wongitem - Menunda Pendidikan

Pada tahun 2019, Valentina dinyatakan lolos seleksi beasiswa Australia Award Scholarship untuk S3. Lalu, kabar ini disusul dengan kelahiran anak kembarnya serta pensiun dini dari suaminya. Akhirnya, mereka bersiap dan sepakat untuk menjalani hidup baru. Akan tetapi, pada Maret 2020, pandemi Covid-19 melanda dan keberangkatan mereka harus ditunda.

Saat itu, Valentina merasakan salah satu masa terendahnya. Di tengah pandemi, ia merawat keluarganya sebagai satu-satunya pekerja aktif di rumah tangganya, apalagi keadaan itu menyebabkan ketidakpastian keberangkatan ke Australia.

Ketika itu, Valentina khawatir dan mengalami dilema tetapi berhasil melaluinya dengan pertolongan Allah melalui orang-orang di sekitarnya. Setelah dua tahun berlalu, pada Maret 2022, Valentina dan keluarganya akhirnya berangkat ke Australia.

Kehidupan Baru

Valentina Wongitem - Kehidupan Baru

Setelah melewati berbagai lika-liku, Valentina menghidupi mimpinya dari sepuluh tahun lalu. Ia kembali ke Australia dengan membawa keluarganya sambil kuliah di Australia pada jenjang S3. Semua terjadi persis seperti apa yang ia selalu doakan dan usahakan. 

Tidak hanya menjadi mahasiswa PhD, Valentina bekerja sebagai tutor, menjadi staff di Curtin University, serta aktif membagikan informasi seputar pendidikan dan beasiswa di akun Instagram pribadinya. Bahkan, ia menulis buku tentang step-by-step mendapatkan beasiswa AAS. FYI, buku ini dibagikan secara gratis agar bisa membantu orang-orang yang ingin mendapatkan beasiswa.

Baca Juga: Melcian F. Pagalu, Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga Hingga S2 Dengan Beasiswa LPDP

Untuk Masa Depan

Valentina Wongitem - Untuk Masa Depan

Untuk kemajuan pendidikan Indonesia, Valentina menyalurkan berbagai informasi seputar pendidikan melalui konten dan tulisannya. Ia berharap tidak ada hal yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, khususnya dengan beasiswa.

Nah, kamu juga bisa mendapatkan beasiswa seperti Valentina Wongitem. Walaupun sulit, kamu harus pantang menyerah untuk sukses dalam usahamu.

Agar tidak kesulitan, Punya Arti punya solusi untuk kamu, yaitu mentoring beasiswa. Dengan mentoring ini, kamu dapat konsultasi dengan awardee berpengalaman untuk berbagai hal, mulai dari review essay hingga mock up interview.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, wujudkan impianmu bersama Punya Arti!

+ posts

Hello, there! My name is Dhaifina. I am an Indonesian Literature graduate and a writing enthusiast. I specialize in SEO Content Writing, but I also love to learn other types of digital marketing and writing. I also experienced in Indonesian book editing. You can contact me through my email: dhaifinaiftinan0102@gmail.com.

Dhaifina Iftinan
Dhaifina Iftinan
Hello, there! My name is Dhaifina. I am an Indonesian Literature graduate and a writing enthusiast. I specialize in SEO Content Writing, but I also love to learn other types of digital marketing and writing. I also experienced in Indonesian book editing. You can contact me through my email: dhaifinaiftinan0102@gmail.com.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular