Thursday, January 22, 2026
HomeBeasiswa4 Tahapan Seleksi LPDP: Pendaftaran hingga Seleksi Substansi

4 Tahapan Seleksi LPDP: Pendaftaran hingga Seleksi Substansi

Bagaimana tahapan seleksi LPDP yang perlu dipersiapkan? Perlu diketahui, beasiswa LPDP adalah salah satu program beasiswa fully-funded untuk kuliah S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri. 

Nah, beasiswa ini dibiayai secara penuh oleh pemerintah Indonesia dan dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Adapun prosesnya dilaksankan dua kali dalam setahun untuk mulai studi di semester gasal dan genap.

Karena berbagai benefit-nya, LPDP menjadi salah satu beasiswa favorit mahasiswa pascasarjana. Namun, untuk mendapatkannya, kamu harus melewati berbagai tahapan seleksi LPDP yang ketat.

Lantas, apa saja tahapan seleksi LPDP terbaru? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Seleksi Administrasi

Pertama, kamu akan melewati seleksi administrasi. Seleksi administrasi adalah tahap seleksi LPDP untuk menentukan apakah pendaftar sesuai dengan kriteria diri, pilihan program tepat, dan dokumen lengkap.

Pada tahapan seleksi LPDP ini, calon awardee perlu mendaftarkan diri secara daring pada situs Pendaftaran Beasiswa LPDP. Untuk ini, pastikan kamu melengkapi informasi diri dan mengunggah semua dokumen yang disyaratkan. Kemudian, submit pendaftaran agar mendapat kode registrasi.

Karena LPDP memiliki beragam tipe, tiap tipenya mempunyai syarat diri, program, hingga dokumen masing-masing. Maka dari itu, pastikan aplikasi kamu sudah sesuai dengan syarat tipe beasiswa yang dipilih agar lebih mungkin lulus ke tahap selanjutnya!

Sebagai bocoran, ini syarat-syarat untuk tahapan seleksi LPDP administrasi pada jalur reguler.

Kriteria

  • Warga negara Indonesia.
  • Sudah lulus program D4/S1 atau S2 dari perguruan tinggi terakreditasi.
  • Belum mendapat gelar pada tingkat yang akan didaftarkan.
  • Tidak sedang mendaftar, menerima, atau akan menerima beasiswa lain.
  • Tidak sedang menempuh studi degree/non-degree baik S2 maupun S3 dengan catatan-catatan tertentu.
  • Pada 31 Desember, usia maksimal tiap programnya adalah:
    • Untuk S2: 35
    • Untuk S3: 40
    • Dosen dengan NIDN untuk S2: 42
    • Dosen dengan NIDN untuk S3: 47
  • IPK pada jenjang sebelumnya adalah:
    • S2: 3,00 – 4,00
    • S3: 3,25 – 4,00.
  • Skor tes bahasa Inggris minimal adalah:
    • S2 dalam negeri: 500 pada TOEFL ITP, 61 pada TOEFL iBT, 50 pada PTE Academic, atau 6,0 pada IELTS.
    • S2 luar negeri: 80 pada TOEFL iBT, 58 pada PTE Academic, atau 6,5 pada IELTS.
    • S3 dalam negeri: 530 pada TOEFL ITP, 70 pada TOEFL iBT, 50 pada PTE Academic, atau 6,0 pada IELTS.
    • S3 luar negeri: 94 pada TOEFL iBT, 65 pada PTE Academic, atau 7,0 pada IELTS.

Pilihan Program

  • Program studi dan perguruan tinggi tujuan sesuai dengan ketentuan LPDP.
  • Hanya untuk kelas reguler atau yang ditetapkan LPDP.
  • Tidak untuk kelas eksekutif, khusus, karyawan, jarak jauh, internasional untuk universitas dalam negeri, yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk, internasional, yang diselenggarakan di lebih dari satu negara, dan lain-lain yang tidak sesuai kriteria LPDP.

Dokumen

  • Profil pendaftaran lengkap.
  • Surat rekomendasi dari orang-orang tertentu sesuai dengan kategori yang didaftarkan. Untuk ini, bisa gunakan surat rekomendasi online maupun offline dengan ketentuan masing-masing. Adapun ketentuan selengkapnya bisa dilihat di sini
  • Surat pernyataan pada aplikasi yang ditandatangani.
  • Surat komitmen kembali ke Indonesia.
  • Rencana pascastudi.
  • Rencana kontribusi setelah menyelesaikan studi.
  • Bukti IPK berupa transkrip nilai asli atau yang dilegalisasi. Jika pendaftar S3 tidak punya IPK, butuh surat keterangan dari perguruan tinggi asal.
  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL ITP & iBT, PTE Academic, atau IELTS) yang berlaku setidaknya dalam dua tahun terakhir sampai 21 Agustus 2024.
  • Proposal penelitian jika daftar untuk S3.
  • Transkrip nilai dokter spesialis atau subspesialis jika lulusan program tersebut mendaftar pendaftar S3.
  • Hasil penyetaraan ijazah, konversi IPK, dan tangkapan layar ajuan keduanya jika merupakan lulusan luar negeri.
  • Riwayat publikasi ilmiah jika ada.
  • Bukti prestasi kejuaraan/nonkejuaraan jika ada.
  • Pengalaman organisasi jika ada.

Baca Juga: Cara Daftar Australia Awards Scholarship 2025, Step-by-Step!

2. Pengajuan Sanggah

Selanjutnya, bagi yang belum lulus di tahap seleksi LPDP sebelumnya, kamu dapat memanfaatkan pengajuan sanggah. Nah, tahap pengajuan sanggah adalah kesempatan untuk menyanggah hasil seleksi administrasi dengan melakukan pembelaan terhadap aplikasimu.

Jadi, jika merasa sudah memenuhi semua persyaratan, kamu bisa menggunakan tahap ini untuk menjelaskan alasan informasi atau dokumen sudah sesuai dengan ketentuan hingga melakukan koreksi terkait hal yang membuatmu tidak lulus.

Namun, kamu perlu memahami ketentuan dan mekanisme pengajuan sanggah LPDP. Dalam hal ini, kamu menulis sanggahan pada kotak yang disediakan di website LPDP. Untuk ini, sanggahan ditulis dalam 100 karakter hingga 100 kata.

Lebih lanjut, tahap sanggahan tidak bisa digunakan untuk menambah atau melengkapi dokumen yang belum lengkap atau tidak sesuai ketentuan. Tak hanya itu, seluruh sanggahan harus disetujui agar kamu bisa menjadi lulus.

3. Seleksi Bakat Skolastik

Kemudian, ada seleksi bakat skolastik yang dilakukan melalui rangkaian tes. Menurut American Psychological Association, tes bakat skolastik (TBS) adalah penilaian kemampuan membaca secara kritis, penalaran matematika, dan menulis yang dimiliki dari pembelajaran di sekolah dan secara pribadi selama ini.

Dari tahun ke tahun, tes bakat skolastik adalah tes yang digunakan untuk menyeleksi penerima beasiswa LPDP agar bisa mengetahui kemampuan pendaftar.

Dalam ketentuan seleksi LPDP terbaru, tes bakat skolastik secara total terdiri atas 60 soal yang terbagi menjadi tiga subtes. Adapun format tes bakat skolastik LPDP adalah sebagai berikut.

Tes Penalaran Verbal

Tes penalaran verbal adalah penilaian terhadap kemampuan analisis dan pemahaman teks. Biasanya, soal tes penalaran verbal meliputi analogi kata, penalaran logis, hingga penalaran analitis.

Untuk TBS LPDP, kamu biasanya diberikan 23 soal untuk dikerjakan dalam 30 menit.

Tes Penalaran Kuantitatif

Kemudian, tes penalaran kuantitatif adalah penilaian kemampuan pemecahan masalah matematika dan penalaran numerik. Pada umumnya, soal tes penalaran kuantitatif mencakup aljabar, deret angka dan huruf, serta kecukupan data.

Dalam seleksi LPDP, kamu akan diberi 25 soal dengan waktu pengerjaan selama 40 menit.

Tes Pemecahan Masalah

Sementara itu, tes pemecahan masalah adalah penilaian kemampuan pemecahan masalah dan penemuan solusi berdasarkan informasi yang disediakan. Adapun soal pemecahan masalah bisa mencakup pemahaman bacaan, grafik, tabel, ataupun diagram.

Pada TBS di LPDP, kamu umumnya diberi 12 soal yang dapat dikerjakan hingga 20 menit.

Baca Juga: 4 Info Cara Daftar Global Korea Scholarship 2025 untuk S2 & S3, Wajib Tahu!

4. Seleksi Substansi

Terakhir, ada seleksi substansi. Seleksi substansi LPDP adalah tahapan seleksi LPDP yang dilakukan dengan wawancara. Dengan tes ini, pewawancara akan berusaha mencari tahu:

  • latar belakang berdasarkan CV,
  • kepribadian untuk mengetahui pola pikir maupun pandangan,
  • rencana studi yang perlu disesuaikan dengan program dan universitas tujuan, hingga
  • rencana hidup kamu di masa depan, termasuk komitmen untuk kembali ke Indonesia, pengabdian kepada Indonesia, dan rencana pascastudi lainnya, berdasarkan esai yang dikumpulkan di tahap pendaftaran.

Agar bisa lulus, kamu harus mempersiapkan semua jawaban secara matang dan detail. Bahkan, semua ini sebaiknya sudah disiapkan sejak awal pendaftaran agar substansinya makin mantap.

Setelah Lulus Semua Tahapan Seleksi LPDP

Tahapan Seleksi LPDP - Logo Beasiswa LPDP

Setelah berhasil melewati semua tahap seleksi LPDP tersebut dengan baik, selamat karena kamu berhasil menjadi awardee LPDP!

Namun, supaya bisa menggunakan beasiswa ini, jangan lupa untuk menunggu letter of acceptance (LoA) dari universitas tujuan. Jika sudah, siapkan semua dokumen keberangkatan, surat pernyataan kesediaan kamu untuk menaati ketentuan LPDP, serta letter of guarantee (LoG) sebagai jaminan pendanaan.

Butuh Bantuan untuk Melewati Semua Tahapan Seleksi LPDP?

Untuk melewati semua tahapan seleksi LPDP dengan maksimal, kamu harus mempersiapkan diri secara matang. Nah, ini bisa dilakukan dengan bantun Punya Arti!

Pertama-tama, kamu bisa ikut mentoring beasiswa gratis. Dengan ini, kamu akan dipandu oleh para awardee beasiswa berpengalaman sesuai kebutuhan, mulai dari review esai sampai mock up interview untuk seleksi substansi.

Selain itu, kalau mau tahu trik mengerjakan setiap soal TBS dan bisa sering berlatih serta mendiskusikan soal-soalnya secara rutin, kamu bisa daftar Kelas Persiapan Tes Bakat Skolastik. Lebih lanjut, kamu yang mengikuti kelas ini akan masuk ke dalam Study Group bersama instructor kelasnya, mendapat akses video dan materi pembelajaran selama 24/7, dan mengikuti berbagai tes kemampuan secara intensif.

So, tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan impianmu bersama Punya Arti!

Sumber:

LPDP

Scholastic Assessment Test

Apa itu Tes Bakat Skolastik LPDP 2025? Ini Materinya

Sudah Lolos Seleksi Beasiswa LPDP Harus Apa? Ini Tahapan Selanjutnya

Dhaifina Iftinan
Dhaifina Iftinan
Hello, there! My name is Dhaifina. I am an Indonesian Literature graduate and a writing enthusiast. I specialize in SEO Content Writing, but I also love to learn other types of digital marketing and writing. I also experienced in Indonesian book editing. You can contact me through my email: dhaifinaiftinan0102@gmail.com.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular