Tes penalaran verbal adalah salah satu rangkaian dari tes bakat skolastik pada umumnya. Di Indonesia, tes ini menjadi bagian dari berbagai proses seleksi, mulai dari tes masuk kuliah, lamaran kerja, hingga pendaftaran beasiswa.
Berkaitan dengan ini, salah satu seleksi beasiswa yang membutuhkan kemampuan mengerjakan soal ini adalah LPDP. Lantas, apa itu tes penalaran verbal dan bagaimana saja contoh soalnya?
Jika kamu pendaftar LPDP, yuk cari tahu contoh soal tes penalaran verbal dan info terkait tes ini lainnya dalam ulasan berikut!
Apa itu Tes Penalaran Verbal?

Menurut American Psychological Association, tes bakat skolastik adalah penilaian kemampuan membaca secara kritis, penalaran matematika, dan menulis yang dimiliki dari pembelajaran di sekolah dan secara pribadi selama ini.
Nah, dari tahun ke tahun, tes ini pun digunakan untuk menyeleksi penerima beasiswa LPDP. Di dalamnya, terdapat tiga subtes yang diujikan. Salah satunya adalah tes penalaran verbal.
Perlu diketahui, tes penalaran verbal adalah penilaian terhadap kemampuan analisis dan pemahaman teks. Dengan tes ini, penyelenggara LPDP ingin mengukur keterampilan analisis verbal kandidat awardee agar bisa memahami kemampuan mereka dalam menganalisis data tertulis secara efektif dan efisien.
Baca Juga: TOEFL iBT: Pengertian, Fungsi, Format, dan Skornya
Contoh Soal Tes Penalaran Verbal LPDP
Dalam tes bakat skolastik LPDP, soal tes penalaran verbal meliputi analogi kata, penalaran logis, hingga penalaran analitis. Untuk tes ini, kamu biasanya diberikan 23 soal untuk dikerjakan dalam 30 menit.
Nah, berikut tipe dan contoh soal tes penalaran verbal LPDP yang bisa menjadi acuan di tahun 2025 ini.
Analogi Kata
Sementara itu, dalam tes penalaran verbal, analogi kata adalah soal yang menilai kemampuan kamu dalam mengetahui hubungan antarkata. Dalam soalnya, kamu akan diberikan dua kata yang berhubungan. Kemudian, kamu perlu memahami hubungan tersebut. Setelah itu, ada dua kata lainnya dengan hubungan ini yang perlu kamu tentukan. Berikut contohnya.
- Kesepakatan : Konspirasi = Kelompok : …
a. Komplotan
b. Pengawalan
c. Himpunan
d. Koordinasi
e. Kalangan
Jawaban: A
Penalaran Logis
Selanjutnya, penalaran logis adalah soal yang menilai kemampuan kamu dalam berpikir secara logis. Umumnya, kamu akan diberikan lebih dari satu premis yang berkaitan dan kemudian diminta untuk menentukan kesimpulan yang tepat dari pilihan yang ada berdasarkan kalimat-kalimat tersebut. Adapun berikut contohnya.
- Jika Rara pergi karya wisata, maka ia memakai seragam merah dan membawa bekal.
Jika Rara tidak pergi karya wisata, maka ia liburan ke rumah nenek. Kesimpulannya…
- Rara memakai seragam merah dan membawa bekal.
- Rara pergi karya wisata atau liburan ke rumah nenek.
- Jika Rara memakai seragam merah atau tidak membawa bekal, maka ia liburan ke rumah nenek.
- Jika Rara tidak memakai seragam merah atau tidak membawa bekal, maka ia liburan ke rumah nenek.
- Jika Rara tidak memakai seragam merah dan tidak membawa bekal, maka ia liburan ke rumah nenek.
Jawaban: E
Penalaran Analitis
Pada dasarnya, penalaran analitis adalah soal yang menilai kemampuan analitis kamu dalam menyelesaikan sebuah masalah. Untuk soal ini, kamu perlu menjawab soal berdasarkan bacaan yang diberikan. Berikut contoh soalnya.
- Dalam pertandingan catur, Arman selalu kalah melawan Bambang tetapi, dalam cabang olahraga renang, selalu menang bila bertanding melawan Bambang. Candra selalu menang dalam pertandingan renang melawan Arman tetapi, dalam cabang catur, akan kalah bila bertanding melawan Bambang. Dudi adalah pemain catur terbaik tetapi, dalam cabang renang, dia tidak sebaik Bambang. Dalam cabang renang, Edi lebih baik daripada Candra, sedangkan, dalam cabang catur, ia menempati urutan tepat di bawah Dudi. Siapakah perenang terbaik di antara kelima atlet tersebut?
a. Arman
b. Bambang
c. Candra
d. Dudi
e. Edi
Jawaban: E
Sebagai catatan, kalau mau coba mengerjakan soal tes penalaran verbal beserta subtes lainnya dalam tes bakat skolastik LPDP seperti aslinya, kamu bisa mengerjakan pre-test tes bakat skolastik online di Punya Arti secara gratis!
Dengan begini, kamu akan tahu kemampuan kamu saat ini dalam mengerjakan soal tes penalaran verbal LPDP dan subtes TBS lainnya.
Baca Juga: Tes Penalaran Kuantitatif LPDP 2025, Contoh Soal & Tipsnya!
Tips Mengerjakan Soal Tes Penalaran Verbal LPDP
Jadi, bagaimana sih cara mengerjakan soal tes penalaran verbal LPDP dengan baik? Well, kamu bisa ikuti tips dari Bernadia Branitamahisi, instructor penalaran verbal di Punya Arti, berikut ini.
1. Menentukan Skala Prioritas
Saat mengerjakan soal verbal, utamakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Dalam hal ini, lewati soal yang sulit agar tidak menghabiskan banyak waktu hanya pada satu soal. Sebab, waktu untuk mengerjakan soal sangat terbatas. Jika ragu dengan jawaban, pilih saja yang paling mendekati.
2. Disiplin Waktu
Sebaiknya, kerjakan soal dengan cepat. Kalau ada soal yang mudah tapi butuh waktu lama untuk mengerjakannya, lewati saja dulu. Jika ada sisa waktu, gunakan untuk meyakinkan diri terhadap jawaban yang masih ragu atau yang mudah tapi lama pengerjaannya tadi. So, selalu perhitungkan waktu untuk mengerjakan tiap-tiap soal ya!
3. Isi Semua Jawaban
Perlu diketahui, tidak ada sistem minus dalam penilaiannya. Jadi, gunakan sisa menit-menit terakhir untuk mengisi jawaban yang masih kosong meskipun kamu enggak bisa mengerjakannya.
4. Banyak Berlatih
Supaya bisa mengerjakan dengan lebih mudah dan cepat, enggak ada cara lain selain banyak-banyak berlatih supaya makian familier dengan soal tes penalaran verbal di TBS LPDP nanti!
Mau Persiapan Tes Bakat Skolastik LPDP?
Agar tahu trik mengerjakan setiap soal dan bisa sering berlatih serta mendiskusikan soal-soal TBS, kamu bisa mempersiapkan diri dengan bantuan kelas di Punya Arti, yaitu Kelas Persiapan Tes Bakat Skolastik!
Dengan mengikuti kelas ini, kamu akan tahu cara analisis soal penalaran verbal, penalaran kuantitatif, dan pemecahan masalah, strategi manajemen waktu saat tes, serta tips dan trik menjawab soal dengan efisien, sekaligus mendapatkan pembahasan mendalam mengenai soal tipe-tipe tes bakat skolastik.
Selain itu, kamu yang mengikuti kelas ini juga akan masuk ke dalam Study Group bersama instructor kelasnya, mendapat akses video dan materi pembelajaran selama 24/7, dan mengikuti berbagai tes kemampuan secara intensif, mulai dari sebelum, saat, hingga sesudah kelas.
Semua manfaat ini pun dapat kamu rasakan secara online. Jadi, prosesnya dapat dijalankan secara lebih efisien. Bahkan, kamu bisa dapat harga early bird sebesar Rp331.450, lho.
So, tunggu apalagi? Yuk, wujudkan impianmu bersama Punya Arti dengan ikut Kelas Tes Bakat Skolastik!
Sumber:

