Saat ini, tes TOEFL adalah salah satu jenis tes bahasa Inggris yang dapat dan bahkan paling sering diikuti oleh masyarakat.
Pada pelaksanaan, tes bahasa Inggris ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran kuliah, beasiswa, hingga pekerjaan. Dengan demikian, kamu bisa kuliah di berbagai universitas terbaik di dunia jika mendapat nilai TOEFL yang baik.
Namun, tes TOEFL sebenarnya dibagi menjadi beberapa jenis. Lebih lanjut, hanya ada beberapa jenis yang masih ada dan bisa digunakan untuk keperluan pendidikan lanjut serta mencari kerja. Selain itu, format dan matriks penilaian tiap jenisnya berbeda-beda.
Untuk mengetahui apa itu tes TOEFL selengkapnya dan jenis yang bisa digunakan untuk keperluan pendidikan tinggi, yuk simak ulasan di bawah ini!
Apa itu TOEFL?

TOEFL adalah salah satu jenis tes bahasa Inggris yang paling sering digunakan oleh institusi pendidikan dan perusahaan lainnya.
Lantas, TOEFL kepanjangan dalam bahasa Inggrisnya apa? Perlu diketahui, TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language yang berarti ‘tes bahasa Inggris sebagai penutur asing’. Pada tahun 1962, tes ini pertama kali disusun oleh sekelompok pendidik di bawah pengawasan Charles A. Ferguson, seorang profesor di bidang linguistik di Stanford University.
Saat ini, tes TOEFL dikembangkan, dikelola, dan diselenggarakan oleh Educational Testing Service, sebuah organisasi nonprofit asal Amerika Serikat.
Baca Juga: Tes Bakat Skolastik: Pengertian, Fungsi, Contoh Soal & Tips
Jenis TOEFL

Pada masa lalu, TOEFL terbagi ke dalam TOEFL PBT (paper-based test) dan TOEFL CBT (computer-based test). Namun, saat ini, tes TOEFL terdiri atas lima jenis. Lantas, tes TOEFL apa saja yang masih bisa diujikan dan mana yang sudah tidak bisa? Selengkapnya, jenis-jenis tes TOEFL adalah sebagai berikut.
1. TOEFL PBT (Paper-Based Test)
Sesuai dengan namanya, TOEFL PBT adalah tes TOEFL yang menggunakan kertas untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris akademis. Namun, pelaksanaan jenis tes TOEFL tertua ini diberhentikan sejak tahun 2021, kecuali di negara dengan internet yang belum memadai.
2. TOEFL CBT (Computer-Based Test)
Pada dasarnya, TOEFL CBT adalah tes TOEFL yang menggunakan komputer untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris akademis. Akan tetapi, sejak tahun 2006, pelaksanaan jenis tes TOEFL ini digantikan dengan TOEFL iBT.
3. TOEFL iBT (Internet-Based Test)
Seperti disinggung sebelumnya, salah satu tes TOEFL yang ada saat ini adalah TOEFL iBT. Nah, TOEFL iBT adalah tes TOEFL yang menggunakan perangkat lunak yang disambungkan ke internet sehingga dilaksanakan secara daring untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris akademis. Pada pelaksanaannya, tes ini bisa dilakukan di rumah ataupun di institusi pendidikan tertentu.
4. TOEFL ITP (Institutional Testing Program)
Pada dasarnya, TOEFL ITP adalah tes TOEFL yang menggunakan kertas dan diselenggarakan oleh institut pendidikan yang dipercaya oleh ETS. Nah, tes ini dilakukan untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris akademis. Saat ini, jenis tes TOEFL ini menggantikan TOEFL PBT.
5. TOEFL Primary Test
Sementara itu, ETS mengadakan TOEFL Young Students Series yang diberikan untuk anak-anak usia sekolah. Pada pelaksanaannya, tes ini umumnya digunakan untuk siswa yang belajar di sekolah internasional atau di luar negeri, seperti Amerika Serikat atau Eropa.
Dalam hal ini, salah satu asesmen kemampuan bahasa Inggris paling awal bagi siswa adalah TOEFL Primary Test. Saat ini, TOEFL Primary Test adalah tes yang terbagi menjadi Reading and Listening Test serta Speaking Test untuk mengetes kemampuan berbahasa Inggris secara akademis bagi siswa usia 8 tahun ke atas.
Lebih lanjut, Reading and Listening Test adalah tes yang dibagi menjadi dua tahap dan dilaksanakan secara daring atau luring untuk mengetes kemampuan membaca dan menulis. Sementara itu, Speaking Test adalah tes yang dilaksanakan secara daring untuk mengetes kemampuan berbicara.
5. TOEFL Junior Tests
Selain Primary Test, ada juga TOEFL Junior Test. Pada dasarnya, TOEFL Junior Test adalah tes TOEFL untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris akademis bagi siswa usia 11 tahun ke atas.
Saat ini, tes TOEFL Junior Tests terbagi menjadi Standard Test dan Speaking Test. Standard Test adalah tes pemahaman makna, reading, dan listening yang bisa dilakukan secara daring atau luring. Sementara itu, Speaking test adalah tes kemampuan berbicara yang dilakukan secara daring.
6. TOEFL Essentials Test
Terakhir, ada TOEFL Essentials Test. Perlu diketahui, TOEFL Essentials Test adalah tes TOEFL terbaru yang dilaksanakan secara daring untuk mengetes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan di kehidupan sehari-hari maupun ranah akademis.
Baca Juga: Informasi Beasiswa LPDP 2025: Syarat, Benefit, dan Jadwal
Fungsi TOEFL
Seperti namanya, jenis tes bahasa Inggris ini berfungsi untuk menilai kemampuan bahasa Inggris individu yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
Pada pelaksanaannya, tes ini sering digunakan oleh sekolah untuk menentukan kemampuan bahasa Inggris siswa. Selain itu, tes ini menjadi tes yang paling umum diterima untuk mendaftar ke perguruan tinggi, menjadi syarat beasiswa, hingga menjadi syarat penerimaan kerja di kantor tertentu, baik di dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan yang ada saat ini, fungsi lima jenis TOEFL adalah sebagai berikut.
- TOEFL Primary dan Junior Test: Jenis tes bahasa Inggris ini diterima oleh sebagian sekolah saja, khususnya sekolah internasional dan di Amerika Serikat atau Eropa.
- TOEFL iBT dan ITP: Jenis tes bahasa Inggris ini diterima oleh banyak universitas dan perusahaan.
- TOEFL Essentials Test: Jenis tes bahasa Inggris ini diterima oleh sebagian universitas saja.
Format TOEFL
Perlu diketahui, setiap tes TOEFL memiliki format yang berbeda-beda. Untuk lima tes yang ada, format tes TOEFL yang diperlukan adalah sebagai berikut.
- TOEFL Primary Test:
- Reading and Listening – Step 1 & 2: 72 soal selama 2 jam.
- Speaking: 4 soal selama 18 menit.
- TOEFL Junior Test:
- Junior Standard: 42 soal listening comprehension, 42 soal language form and meaning, dan 42 soal reading comprehension selama 2 jam.
- Speaking: 7-10 soal selama 20 menit.
- TOEFL iBT: 30-40 soal reading serta beberapa soal listening, speaking, dan writing selama kurang dari 2 jam.
- TOEFL ITP:
- Level 1: 50 soal listening comprehension, 40 soal structure and written expressions, dan 50 soal reading comprehension selama 2 jam.
- Level 2: 30 soal listening comprehension, 25 soal structure and written expressions, dan 40 soal reading comprehension selama 1 jam 10 menit.
- Speaking: 4 tugas selama 15 menit.
- TOEFL Essentials Test: 30-45 soal listening, 30-45 soal reading, 15-19 soal dan 2 tugas writing, 3 tugas speaking, dan 2 soal untuk personal video statement selama 1,5 jam.
Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Amerika 2025, Cek di Sini!
Skor TOEFL
Pada sertifikat TOEFL, semua tes memiliki rentang nilai yang berbeda-beda. Pada dasarnya, rentang skor TOEFL adalah sebagai berikut.
- TOEFL Primary Test:
- Reading and Listening – Step 1: 101-109.
- Reading and Listening – Step 2: 104-115.
- Speaking: 1-27.
- TOEFL Junior Test:
- Junior Standard: 600-900 secara total atau 200-300 untuk setiap sesi.
- Speaking: 0-16.
- TOEFL iBT: 0-120 secara total atau 0-30 untuk setiap sesi.
- TOEFL ITP:
- Level 1: 310-677 secara total atau 31-67/68 untuk setiap sesi.
- Level 2: 200-500 secara total atau 20-50 untuk setiap sesi.
- Speaking: 31-68.
- TOEFL Essentials Test: 1-12 untuk setiap sesi dan rata-rata secara total.
Nah, itulah informasi selengkapnya mengenai tes TOEFL. Pada dasarnya, tes TOEFL adalah penilaian yang sudah umum digunakan untuk mendaftar kuliah, beasiswa, hingga pekerjaan. Maka dari itu, kamu sebaiknya segera mempersiapkan diri untuk tes TOEFL.
Semoga informasi ini membantu ya. Selain itu, jangan lupa untuk cek Punya Arti agar bisa tahu informasi ter-update selanjutnya tentang persiapan beasiswa dan produk-produk terbaru di Punya Arti.
Yuk, wujudkan impianmu bersama Punya Arti!
Sumber:

