Kenalan dengan Beatrik yuk! Beatrik Dwi Septiana adalah salah satu mentor di Punya Arti yang sudah bergabung sejak tahun 2023, tepatnya saat program mentoring batch 2 Punya Arti dimulai. Sampai saat ini, dia masih terus aktif menjadi mentor di Punya Arti.
Beatrik adalah analis hukum (ASN) di Komisi Penyiaran Indonesia. Nah, dia sudah jadi ASN sejak lama, bahkan dari sebelum lanjut S2. Di tengah perjalanan kariernya ini, Beatrik memilih untuk melanjutkan ke program Master of Law di University of New South Wales, Australia, dengan beasiswa LPDP.
So, bagaimana Beatrik bisa bertemu dengan Punya Arti? Yuk, simak ceritanya di sini!
Kenapa Sih Akhirnya Pilih untuk Kuliah Lagi?

“Aku memutuskan untuk menempuh S2 sebenernya udah cita-cita dari SMA. Aku pengen banget kuliah ke luar negeri. Karena kendala biaya dan hampir ga ada yang memberikan beasiswa S1 full, terutama untuk ilmu sosial, aku memutuskan akan cari beasiswa untuk S2 di luar negeri.” – Beatrik Dwi Septiana
Sejak lama, Beatrik sudah bercita-cita untuk S2 di luar negeri. Dia pun paham bahwa ini bukan hal yang mudah, apalagi ada kendala biaya juga. Maka dari itu, beasiswa menjadi solusinya.
Terus, Kenapa Pilih Prodi dan Karier di Bidang Hukum?

“Aku memilih jalur karier dan studi di bidang hukum karena memang tertarik dengan ilmu sosial tapi ingin yang menantang dan tanpa matematika. Jadi, pilihan aku antara hubungan internasional dan hukum. Turns out, aku lolos di FHUI dan ternyata ilmu hukum ini sangat menarik, sehingga aku memutuskan untuk selalu konsisten dengan bidang hukum yang aku tekuni. Selain itu, ini juga agar usaha keras aku selama kuliah enggak terbuang sia-sia ketika aku bekerja.” – Beatrik Dwi Septiana
Karena tertarik dengan ilmu sosial, ilmu hukum menjadi salah satu pilihan prodinya. Setelah dijalani, Beatrik pun menjadi sangat tertarik dengan ilmu yang satu ini. So, dia akhirnya ingin konsisten belajar dan bekerja di bidang hukum.
Baca Juga: Jesita Wida Ajani: Dosen Muda yang 50 Kali Ditolak Universitas hingga Raih Beasiswa Oxford
Boleh Share Tentang Pengalaman Sampai Bisa Dapat Beasiswa LPDP?

“Perjalanan beasiswa LPDP aku sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 2016 saat aku memulai persiapan IELTS. Sebelumnya, aku sudah riset dulu mengenai negara, peringkat kampus, hingga jurusan yang ingin aku ambil saat apply LPDP nanti. In total, aku ikut seleksi LPDP sebanyak tiga kali. Setelah dua kali gagal di jalur reguler, aku memutuskan untuk ikut tes CPNS. Walau harus pending impian LPDP selama dua tahun, akhirnya aku apply LPDP ketiga kalinya lewat jalur targeted dan lolos.” – Beatrik Dwi Septiana
Walau banyak hal yang perlu dihadapi, semangat Beatrik untuk mendapat beasiswa LPDP tidak pernah hilang. Dengan semangat ini, LPDP berhasil diraih meski harus sabar menunggu selama dua tahun.
Bagaimana Akhirnya Bisa Kenal Punya Arti?

“Pertama kali aku tahu Punya Arti murni karena dikenalin sama teman sesama PK LPDP angkatan aku. Walau cuma sekali kopdar sama teman aku ini, aku dapat positive and motivating vibes dari sesi obrolan kita. Akhirnya, setelah masing-masing kami sudah berangkat sekolah, teman aku ini reach out aku untuk join di sharing session Punya Arti.” – Beatrik Dwi Septiana
Pertemuan dengan orang lain dapat membuat seseorang menemukan lembaran baru dalam hidupnya. Setelah bertemu langsung dengan sesama awardee LPDP, Beatrik mulai termotivasi untuk menjadi mentor. Sharing session di Punya Arti pun makin membuatnya tertarik dengan tawaran ini.
Baca Juga: Umar Syaroni, Melampaui Keterbatasan: Kuliah S2 dan S3 dengan Beasiswa
Kenapa Nih Mau Jadi Mentor di Punya Arti?

“Aku mau jadi mentor karena basically aku suka banget sharing pengalaman dengan orang lain. Memang, aku dulu sempat ragu untuk jadi mentor karena kegiatan perkuliahan ternyata cukup sibuk dan ditambah aku masih handle kerjaan dalam beberapa hal. Akan tetapi, karena aku juga suka being busy dan belum pernah jadi mentor, akhirnya aku memberanikan diri untuk say yes to be a mentor!” – Beatrik Dwi Septiana
Walaupun kegiatannya sudah padat, Beatrik ternyata suka kalau punya kesibukan. Selain itu, dia sebenarnya suka berbagi pengalaman. Maka dari itu, dia akhirnya setuju menjadi mentor di Punya Arti hingga sekarang!
Bagaimana Pengalaman Mentoringnya Selama Ini?

“Overall, pengalaman mentoring yang aku alami adalah menantang dan menyenangkan! Menantang karena tidak semua mentee memahami bagaimana cara menyusun paragraf bahasa Indonesia yang baku, sehingga aku beberapa kali lebih banyak mengoreksi ketikan dibanding substansi.
Tantangan kedua adalah ketika aku tidak memahami bidang studi yang diambil mentee. Hal ini membuat aku harus riset juga soal isu yang dibawa. Akan tetapi, hal itu juga menyenangkan, lho, karena, aku bisa belajar lebih banyak hal lagi dan bahkan mengenai sesuatu yang aku gak tahu kalau itu exist! Akan tetapi, yang paling menyenangkan adalah saat mereka mengabarkan keberhasilan mereka lolos LPDP tentunya!” – Beatrik Dwi Septiana
Selama menjadi mentor, Beatrik merasa tertantang. Sebab, dia harus melakukan review essay secara menyeluruh hingga melakukan berbagai riset agar bisa memberikan saran terbaik kepada mentee. Selain itu, dia senang ketika mendapatkan ilmu baru berkat mentoring bersama mentee.
Walaupun demikian, sebagai mentor, Beatrik tentu paling senang kalau mendengar mentee-nya berhasil mendapat beasiswa!
Baca Juga: Haeril Halim, Memilih Tinggalkan Bisnis Keluarga demi Pendidikan
Lalu, Bagaimana Style Mentoring dan Hasil Mentee-nya?

“Tidak ada style mentoring khusus yang aku terapkan. Intinya, aku prefer komunikasi via WA untuk setiap tahapan mentoring, termasuk untuk review essay. Biasanya, aku minta mentee untuk mengirimkan essay via WA dalam bentuk word agar aku bisa dengan mudah memberi masukan soal substansi dan memperbaiki penggunaan bahasa Indonesia agar lebih proper.
Untuk mock interview, aku biasanya menggunakan Zoom Meeting. Ini cukup challenging karena aku harus bisa menyusun pertanyaan dan berusaha mengkondisikan flow interview yang bisa mencakup semua aspek, belum lagi jika jawaban dari mentee di luar ekspektasi aku.
To be honest, aku juga paralel jadi mentor di komunitas lain atau bahkan independently. Jadi, aku enggak inget spesifik jumlah mentee dari masing-masing platform. But, in total, aku pernah mentoring sekitar enam orang dan empat dari mereka berhasil! Dari pengalaman inilah, aku yakin bahwa keberhasilan seorang mentee memang mostly karena diri mereka. Mentor hanya pelengkap saja. I’m so proud of them!” – Beatrik Dwi Septiana
Dengan mudah, kamu akan berkomunikasi dengan Beatrik melalui WhatsApp. Selain itu, kamu akan menggunakan Zoom untuk mockup interview. Beatrik pun akan mempersiapkan semuanya dengan maksimal untuk membantu mentee-nya.
Terakhir, Boleh Share Satu Hal Tentang Punya Arti?

“Punya Arti jelas memberi arti buat para scholarship hunter. I’m so glad being a mentor here since I could share and help a lot of people who need it most! Semoga semakin banyak mentor loyalis di Punya Arti agar bisa menjangkau semakin banyak orang, khususnya scholarship hunter, dan memberi arti di hidup mereka!” – Beatrik Dwi Septiana
Itu dia cerita pengalaman Beatrik! Sejalan dengan itu, Punya Arti dan para mentor selalu mau membagi arti untuk kamu melalui mentoring beasiswa gratis.
So, tertarik mentoring dengan Beatrik Dwi Septiana? Langsung saja daftar mentoring di Punya Arti ya! Selain itu, kalau pernah berhasil mendapat beasiswa, kamu bisa daftar sebagai mentor Punya Arti.
Yuk, ikut wujudkan mimpi bersama Punya Arti!
Baca Juga: Melcian F. Pagalu: Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga hingga S2 dengan Beasiswa LPDP



