Home Beasiswa Awardee Story Haeril Halim, Memilih Tinggalkan Bisnis Keluarga Demi Pendidikan

Haeril Halim, Memilih Tinggalkan Bisnis Keluarga Demi Pendidikan

0
838
haeril halim

Haeril Halim adalah putra daerah Sulawesi Barat yang tumbuh besar di keluarga dengan latar belakang pedagang. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan kegiatan berdagang dan bahkan telah disiapkan oleh orang tuanya agar ia bisa melanjutkan jejak karir mereka setelah lulus SMA. Awalnya, Haeril setuju dengan rencana tersebut, Haeril tidak pernah membayangkan bahwa ternyata akhirnya ia akan melanjutkan pendidikan tinggi bahkan hingga tingkat S2 dan mengalami berbagai kesempatan kuliah di luar negeri sebanyak tiga kali melalui tiga beasiswa yang berbeda. Saat ini, ia sedang mengejar gelar S2 di University of Melbourne dengan beasiswa Australia Award Scholarship (AAS) yang diterima pada tahun 2021.

Semuanya dimulai ketika ia memasuki semester akhir SMA dan melihat semangat tinggi teman-temannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saat itu, hampir semua teman di sekitarnya sedang mempersiapkan diri untuk kuliah, kecuali Haeril. Akhirnya, ia membuat keputusan untuk kuliah dan tidak ingin mengelola bisnis yang telah dipersiapkan oleh orang tuanya.

Baca juga: Inria Astari Zahra, Dokter Muda yang Memilih S2  Public Health dibandingkan Dokter Spesialis

Kekecewaan Orang Tua & Pembuktian Diri

haeril halim

Haeril berhasil diterima sebagai mahasiswa jurusan sastra Inggris di salah satu universitas terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Hasanuddin. Meskipun begitu, orang tuanya ingin Haeril tetap tinggal di Sulawesi Barat bersama mereka dan fokus pada bisnis yang telah mereka siapkan untuknya.

Tetapi dengan kesabaran dan ketekunan, Haeril menjelaskan kepada orang tuanya bahwa keputusannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi adalah yang terbaik baginya. Ia membuktikannya dengan menjaga nilai yang baik setiap semester dan mencoba beberapa kali untuk mendapatkan program beasiswa yang ada di universitasnya saat itu.

Meskipun mengalami beberapa kali kegagalan dalam mendaftar program beasiswa, pada percobaan ke-4, Haeril akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa English Language Study Program dari pemerintah Amerika Serikat. Program ini adalah pelatihan bahasa Inggris yang berlangsung di Ohio University, AS pada tahun 2009. Kali ini, orang tua Haeril memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap prestasinya, bahkan dengan bangga menceritakannya kepada banyak orang.

Dua Kali Keluar Negeri Dengan Beasiswa

haeril halim

Setelah mengikuti pelatihan bahasa Inggris di Ohio selama 2 bulan, Haeril pulang ke Indonesia dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, Haeril mendapat kesempatan untuk belajar di Pierce College selama 12 bulan melalui program CCIP (Community College Initiative Program) dari pemerintah Amerika Serikat. Dia memilih konsentrasi di bidang Komunikasi dan Media.

Di sana, Haeril mulai tertarik dengan dunia komunikasi, terutama jurnalistik. Dia menemukan bahwa menjadi jurnalis adalah salah satu tujuan hidupnya. Dia ingin fokus pada komunikasi politik dan hubungan internasional.

Menggapai Profesi Impian

haeril halim

Setelah menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pengalaman pendidikan di luar negeri, Haeril tidak langsung bisa mencapai impian-impianya. Dia harus melewati banyak perjuangan dan bahkan menghadapi kegagalan. Namun, semangatnya untuk terus berusaha tetap tinggi. Pengalaman dan pencapaian sebelumnya telah membentuk karakternya dan memberinya semangat perjuangan yang besar.

Akhirnya, hasil dari semua perjuangan Haeril mulai terlihat. Dia berhasil mewujudkan impian-impianya dan bekerja di beberapa media terkenal, seperti menjadi reporter di The Jakarta Post, Media and Communications Officer di Amnesty International Indonesia, dan terakhir sebagai koresponden di AFP untuk Indonesia & Timor Leste. Haeril fokus pada isu-isu politik dan hubungan internasional, yang kemudian mendorongnya untuk mengejar impian selanjutnya, yaitu melanjutkan studi S2 di bidang Hubungan Internasional.

Baca juga: Waitatiri, Menjawab Masalah Pendidikan Dengan Program TV Edukatif

S2 dan Beasiswa AAS

haeril halim

Sebenarnya, setelah lulus S1 pada tahun 2009, Haeril sudah mencoba mendaftar program beasiswa AAS, tapi dia belum berhasil. Setelah sepuluh tahun dan dengan dibekali pengetahuan serta pengalaman yang lebih banyak, dia mencoba lagi untuk kedua kalinya, tapi tetap belum berhasil. Pada tahun 2021, Haeril mencoba untuk yang ketiga kalinya dengan lebih yakin setelah dia berkonsultasi dengan alumni AAS. Akhirnya, dia berhasil menjadi penerima beasiswa AAS pada tahun itu.

Saat ini, Haeril sedang menempuh pendidikan S2 di University of Melbourne, jurusan Hubungan Internasional dengan fokus pada Global Governance and Human Rights. Dia ingin memperdalam pengetahuannya dalam bidang ini agar bisa menjadi jurnalis yang aktif dalam mengangkat isu-isu pelanggaran HAM internasional dan di Indonesia.

Berani dan Pantang Menyerah

haeril halim

Haeril berharap, semua orang khususnya anak daerah bisa menyadari bahwa mereka memiliki kesempatan dan peluang yang sama dalam menempuh pendidikan setinggi-tingginya melalui beasiswa. Selama mereka berani untuk mencoba dan tidak menyerah pada keadaan, pasti mereka akan sampai pada tujuan dan mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan.

Baca juga: Mario Matinahoru, Memilih D3 Setelah S1 Untuk Membangun Pendidikan di Raja Ampat

“Living without studying is dying, and dying without studying is useless. Studying is an immortal activity” – Haeril Halim

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here