Monday, February 16, 2026
HomeBeasiswaAwardee StoryInria Astari Zahra, Dokter Muda yang Memilih S2  Public Health dibandingkan Dokter...

Inria Astari Zahra, Dokter Muda yang Memilih S2  Public Health dibandingkan Dokter Spesialis

Inria Astari Zahra, penerima beasiswa LPDP tahun 2021 dari Yogyakarta, adalah seorang dokter muda yang sedang menempuh pendidikan Master of Public Health (MPH) di King’s College London. Inria menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 2020. Selama studinya, Inria mendapatkan kesempatan untuk membantu masyarakat di Tambakrejo, Jepara, dan Tobelo, yang pada akhirnya membawanya menemukan tujuan baru dalam hidupnya.

Semuanya dimulai ketika Inria dan teman-temannya membuat sebuah taman baca bernama Taman Baca Tambakrejo saat masih kuliah di Universitas Diponegoro. Inria menyadari bahwa pendidikan dan kesehatan anak-anak di Tambakrejo, yang terletak di pinggir kota Semarang, sangat terabaikan. Kisah ini berlanjut ketika Inria mengunjungi Jepara dan Tobelo, di mana ia menemukan masalah kesehatan yang serupa, seperti masalah gizi dan fasilitas kesehatan yang sangat terbatas.

Mengalami hal-hal tersebut membuat Inria merenungkan kembali rencana studi lanjutnya. Inria tidak ingin menjadi dokter spesialis seperti kebanyakan dokter pada umumnya. Ia ingin mengurangi masalah-masalah kesehatan yang sebenarnya masih bisa dihindari. Inilah yang akhirnya membuat Inria memutuskan untuk melanjutkan studinya sebagai Master of Public Health.

Baca juga: Waitatiri, Menjawab Masalah Pendidikan Dengan Program TV Edukatif

Tambakrejo

inria astari zahra

Setelah Taman Baca Tambakrejo dijalankan, Tambakrejo dilanda banjir bandang dan membutuhkan bantuan medis yang cukup besar. Inria ikut terlibat sebagai relawan dalam menangani korban banjir. Saat bekerja dengan korban banjir, Inria merasa sedih menyaksikan kenyataan bahwa kesehatan anak-anak di sana sangat diabaikan. Banyak anak yang mengalami masalah gizi.

Meskipun Tambakrejo berdekatan dengan Kota Semarang yang memiliki fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit, ternyata tidak menjamin kesehatan masyarakat di sekitarnya. Inria sangat menyesal melihat kondisi ini. Ia mulai khawatir karena menurutnya kesehatan gizi, terutama pada anak-anak, seharusnya menjadi perhatian yang serius. Ternyata, hanya memiliki fasilitas kesehatan yang memadai saja tidak cukup untuk mencegah hal ini.

Jepara

inria astari zahra

Kejadian selanjutnya terjadi saat Inria sedang melaksanakan mini-project selama masa koasnya di Jepara, Jawa Tengah. Tugasnya adalah untuk melakukan penelitian tentang kasus stunting yang berkaitan dengan masalah gizi. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa 30% penduduk Jepara mengalami stunting.

Persentase tinggi kasus stunting ini menjadi masalah kedua terkait gizi di wilayah tersebut, meskipun memiliki akses mudah ke fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai. Hal ini membuat Inria semakin tertarik untuk memahami masalah ini. Masalah gizi hanyalah salah satu dari beberapa masalah kesehatan masyarakat lainnya yang sebenarnya bisa dicegah dan perlu ditangani dengan serius sebelum memburuk dan menimbulkan masalah kesehatan lainnya. Keinginan Inria untuk menangani masalah ini sejalan dengan fokus pendidikan Public Health.

Tobelo

inria astari zahra

Dari bulan Juni 2021 hingga Februari 2022, Inria mendapatkan kesempatan untuk melakukan magang dokter di Tobelo, Maluku Utara. Magang ini menjadi peristiwa ketiga yang semakin memperkuat keputusannya untuk melanjutkan pendidikan di bidang Kesehatan Masyarakat. Saat itu, Inria bekerja di tiga fasilitas kesehatan, yaitu RSUD Tobelo, Puskesmas Tobelo, dan Puskesmas Gorua.

Kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Tobelo dan pulau-pulau sekitarnya sangat memprihatinkan. Selain itu, fasilitas kesehatan yang tersedia juga sangat terbatas. Masalah-masalah kesehatan masyarakat yang belum terselesaikan dan kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan yang merata harus segera ditangani.

Memantapkan Tekad Memilih Public Health

inria astari zahra

Inria juga menemukan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat dalam bidang kesehatan, yaitu membantu orang-orang dalam mencegah penyakit. Inria menyadari bahwa menjadi seorang dokter dan hanya mengobati satu pasien ke pasien lainnya tidaklah cukup. Ia ingin membantu lebih banyak orang dengan mencegah mereka sakit daripada hanya mengobati ketika mereka sudah sakit. Terutama dalam kasus penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, seperti masalah gizi yang ia temui.

Akhirnya, Inria memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tingkat lanjutnya di bidang Kesehatan Masyarakat dengan beasiswa LPDP. Inria telah mempersiapkan dirinya untuk studi S2 dan berhasil lolos sebagai penerima beasiswa LPDP, dan sejak September 2022 ia melanjutkan pendidikannya di King’s College London dengan jurusan Master of Public Health (MPH).

King’s College London & Master of Public Health

inria astari zahra

Universitas yang dipilih oleh Inria menempati peringkat ke-37 sebagai universitas terbaik di dunia menurut QS Ranking 2023. Program S2 yang ditawarkan memiliki durasi 1 tahun dan memberikan kesempatan kepada Inria untuk mempelajari fasilitas kesehatan dan National Health Service (NHS), program asuransi kesehatan pemerintah Inggris yang dianggap sebagai salah satu fasilitas kesehatan terbaik di dunia. Hal ini menjadi alasan utama bagi Inria untuk memilih universitas ini.

Melalui program studi Master of Public Health, Inria juga dapat memperluas pemahamannya mengenai ilmu kesehatan dari berbagai perspektif, seperti ekonomi, sosiologi, kebijakan pemerintah, dan lain-lain. Inria berharap bahwa ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat diterapkan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga kondisi kesehatan masyarakat dapat menjadi lebih baik dan merata.

Baca juga: Mario Matinahoru, Memilih D3 Setelah S1 Untuk Membangun Pendidikan di Raja Ampat

“Aku tidak mau berhenti dari satu pasien ke pasien lain dan menolong setelah mereka sakit. Tapi kalau bisa, aku pengen mencegah mereka untuk sakit” – Inria Astari Zahra

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular