Mutiara Arsya adalah seorang pejuang beasiswa yang tak pantang menyerah. Selama ini, ia terus berusaha untuk mendapatkan pendidikan terbaik.
Walau harus sempat gagal menerima LPDP dan AAS, ia akhirnya menjadi satu-satunya awardee Ajinomoto Scholarship 2022 dari Indonesia. Dengan beasiswa ini, ia melanjutkan S2 di Kagawa Nutrition University.
Nah, apa kamu mau tahu bagaimana kisah perjalanannya? Yuk, cek perjuangan Mutiara Arsya di sini!
Mutiara Arsya: Rasa Pesimis yang Menjadi Prestasi

Karena permintaan orangtua dan kondisi ekonomi keluarganya, Mutiara Arsya Vidianinggar Wijanarko harus merelakan mimpinya untuk menjadi seorang dokter. Namun, untuk dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi saat itu, satu satunya pilihan yang ia punya adalah menjadi mahasiswa PTN.
Agar bisa melanjutkan kuliah, Ara pun dengan gigih belajar hingga ia berhasil masuk ke program S1 jurusan Gizi di Universitas Airlangga. Bahkan, ia menyelesaikannya dengan mengukir berbagai prestasi, mulai dari menjadi wakil Provinsi Jawa Timur dalam Kirab Pemuda Kader Pelopor Pemersatu Keberagaman hingga jurnal ilmiahnya lolos ke portal jurnal internasional.
Agar bisa meraih prestasi tersebut, ia pun harus mengorbankan berbagai hal. Bahkan, untuk mengikuti Kirab, ia harus tertinggal satu semester sehingga harus mengulang kelas dan hampir gagal untuk mengikuti sidang proposal.
Namun, permasalahan sesungguhnya saat itu adalah keyakinannya terhadap kemampuan diri sendiri. Walaupun demikian, Ara tetap dengan gigih mengejar impiannya hingga menjadi seseorang yang terus berprestasi.
Baca Juga: Inria Astari Zahra, Dokter Muda yang Memilih S2 Public Health Dibandingkan Dokter Spesialis
Mutiara Arsya: Dukungan dari Dosen dan Orangtua

Sejak dinyatakan lulus pada 2021, Ara mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan, mulai dari berbisnis eco-printing, kolaborasi dengan beberapa brand pada akun sosial medianya, hingga freelance sebagai nutritionist. Semua itu ia lakukan selama kurang lebih satu tahun.
Setelah itu, ia diminta untuk menjadi asisten penelitian oleh salah satu dosen di Universitas Airlangga pada beberapa kesempatan. Karena itu, ia kembali tertarik dengan dunia penelitian.
Ketika itu, dukungan untuk melanjutkan S2 disampaikan oleh dosen dan kedua orangtuanya. Dengan dukungan-dukungan tersebut, Ara memantapkan tekadnya dan mendaftar dua beasiswa sekaligus pada awal 2022, yaitu LPDP dan AAS, dengan Australia sebagai negara tujuannya.
Mutiara Arsya: Wanita, Gizi, dan Penampilan

Jadi, Ara mulai mempersiapkan semua persyaratan beasiswa LPDP dan AAS dengan cermat. Saat itu, ia menggunakan kajian tentang gizi perempuan terkait fat diets issues yang sudah ia lakukan sejak tahun 2020. Penelitian ini didedikasikan untuk para wanita Indonesia.
Melalui risetnya, Ara berharap ada peningkatan pada kesadaran perempuan mengenai pemenuhan gizi yang berdampingan dengan keinginan dan fokus perempuan terkait penampilan tubuhnya. Sebab, kecenderungan yang terjadi adalah kesalahan dalam menjalani proses diet (fad diets) dan healthy life style. Padahal, hal tersebut nantinya akan mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti normal weight obesity, anoreksia, dan bahkan tidak cukupnya kebutuhan gizi.
Biasanya, permasalahan tersebut sering ditemui di kalangan model yang bekerja sama dengannya. Walau begitu, dia bahkan juga menemui masalah ini pada teman-teman dekatnya.
Baca Juga: Amalia Choirunnisa: Kuliah Jurusan Mental Health Nursing untuk Menolong Orang Lain
Mutiara Arsya: Perubahan Nasib dalam Semalam berkat Doa Ibu

Di tengah-tengah gempuran seleksi kedua beasiswa yang ketat dan panjang, Ara kembali bertemu dengan tantangan restu orangtua. Saat itu, Ibunya resah dengan pilihan negara tujuan studi S2 Ara. Namun, keresahan ini baru tersampaikan di tengah-tengah proses seleksi beasiswa LPDP dan AAS.
Saat itu, ibu Ara berkata, “Coba kalau kamu kuliahnya di Jepang aja gitu. Kan lebih enak.”
Tak lama setelah itu, Ara mendapat forward pesan dari ibunya tentang Ajinomoto Scholarship, program beasiswa yang memungkinkan penerimanya untuk S2 di universitas terbaik di Jepang. Ia pun mendaftarkan diri tanpa ekspektasi dan informasi terbatas tentang beasiswa yang baru diketahuinya ini.
Ketika tiba waktu pengumuman untuk LPDP dan AAS di hari yang sama, ia menerima pemberitahuan yang menyatakan ia gagal menjadi awardee. Pada hari itu, Ara memutuskan untuk mengambil waktu sendiri dan tidak ingin berkomunikasi dengan siapa pun.
Namun, pada keesokan harinya ketika ia menghidupkan ponselnya, sebuah notifikasi email masuk yang menyatakan ia berhasil mendapatkan beasiswa Ajinomoto untuk keberangkatan pada tahun 2023. Ia menjadi satu-satunya awardee Ajinomoto Scholarship dari Indonesia saat itu.
Mutiara Arsya: Melanjutkan Studi di Jepang

Setelah itu, Ara akhirnya menempuh S2 di Kagawa Nutrition University dengan jurusan Health Science. Selama studinya, ia pun aktif membagikan berbagai tips dan informasi seputar beasiswa hingga persiapan S2 di Instagram.
Itulah kisah Mutiara Arsya. Jadi, apakah kamu tertarik juga untuk mengikuti program Ajinomoto Scholarship atau ada beasiswa lain yang sedang kamu targetkan?
Well, satu hal yang perlu kamu ingat adalah jalan itu tidak hanya datang dari satu tempat. So, jangan menyerah dan jangan hanya berfokus pada satu hal saja ya.
Kalau menemukan kesulitan di jalan selama mencari beasiswa terbaik, kamu juga tidak boleh biarkan saja. Untuk ini, kamu juga bisa mengandalkan solusi dari Punya Arti!
Saat ini, Punya Arti menyediakan mentoring beasiswa dengan bantuan dari awardee berpengalaman untuk konsultasi persiapanmu dalam berbagai hal, mulai dari review esai hingga mock up interview. Kemudian, kamu juag dapat mengikuti kelas persiapan Tes Bakat Skolastik di sini. Nah, semua ini bisa kamu terima tanpa dipungut biaya alias gratis, lho.
Sangat menarik, kan? Maka dari itu, yuk wujudkan impianmu bersama Punya Arti!
Baca Juga: Niyata Hananta Karunawan: Jadi Dokter untuk Mewujudkan Impian Papa
“Expect nothing, appreciate everything. Nothing to loose, jangan takut buat jatuh ataupun start to fly. Mulai aja dulu!” – Mutiara Arsya

