Adinda Mirra adalah awardee beasiswa LPDP 2023 yang selalu merencanakan masa depannya dengan baik. Salah satunya, ia memutuskan untuk kuliah S2 di salah satu universitas terbaik di Amerika dengan beasiswa LPDP yang didapatnya.
Akhirnya, ia berkuliah di Harvard University pada program M.Sc Environmental Health. Namun, ini sebenarnya tidak 100% sesuai dengan rencananya, lho. Sebab, universitas yang dipilih malah sesuai dengan doa sang ayah.
Nah, bagaimana ini bisa terjadi? Yuk, cek cerita perjuana Adinda Mirra dalam melanjutkan S2 di luar negeri di sini!
Tulisan yang Terkabul

Sejak lama, Adinda Mirra selalu menuliskan impian dan rencana masa depannya dengan detail. Setelah selesai kuliah S1 di Institut Teknologi Bandung pada Oktober 2022, Adinda ingin berkarier di Jakarta. Namun, lamaran kerjanya selalu gagal tembus.
Sambil mengisi waktu luang, ia aktif berkegiatan di beberapa lembaga dan NGO (non-profit organization) yang bergerak pada isu sustainability (keberlanjutan). Kemudian, pada Februari 2023, Adinda akhirnya diterima di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di salah satu daerah di Jawa Barat.
Walau memulai kariernya dengan cukup enggan dan kurang bersemangat, Adinda menyadari dua impian yang pernah ia tulis dan doakan pada tahun 2020 telah terwujud, yaitu lulus pada Oktober 2022 dan bekerja di PUPR.
Baca Juga: Valentina Wongitem: Dua Kali Lolos AAS & Boyong Keluarga ke Australia
Alasan untuk Sekolah Lagi
Selama berkarier, ia terus terlibat dalam isu-isu lingkungan.
Pertama-tama, saat berkarier di NGO bernama Greeneration Foundation, Adinda berperan sebagai Community Empowerment Project Assistant. Saat itu, ia membantu dalam proyek pengelolaan sampah kurang lebih dua bulan. Sementara itu, di PUPR, ia bertugas di bidang air minum, sanitasi, dan prasarana strategis untuk wilayah Jawa Barat.
Karena makin menyadari permasalahan kesehatan lingkungan, tepatnya yang berkaitan dengan teknologi dan infrastruktur lingkungan, Adinda jadi terusik dengan isu ini. Oleh karena itu, ia ingin terlibat dalam mengatasi permasalahan ini. Namun, untuk memulainya, Adinda tahu dia sebaiknya memperdalam ilmunya terlebih dahulu melalui S2.
Fokus pada Tujuan
Selain untuk memperdalam pengetahuannya di bidang pengelolaan lingkungan dari segi kesehatannya, Adinda sebenarnya sudah punya rencana S2 ke luar negeri. Ia ingin menjadi yang pertama di keluarganya dalam mendapat kesempatan ini. Maka dari itu, pada waktu luangnya, ia selalu menyempatkan untuk belajar IELTS. Bahkan, gaji pertamanya diinvestasikan untuk les IELTS yang diikuti pada malam hari setelah kerja.
Saat itu, ia memilih University of Pennsylvania sebagai tujuan utamanya. Untuk melanjutkan pendidikan tersebut, Adinda pun berencana mendaftar untuk beasiswa LPDP.
Nah, dedikasi dan rencananya ini menunjukkan keinginannya dalam mencapai tujuan.
Baca Juga: Mutiara Arsya: Gagal LPDP & AAS Malah Jadi Awardee Tunggal Ajinomoto Scholarship ke Jepang
Doa yang Keliru
Pada tahun 2022, ayah dan ibunya berkesempatan umroh. Setelah mendengar berita itu, Adinda pun menitipkan doa spesifik yang dia print untuk dibawa oleh ayahnya. Di dalamnya, dia menulis dua doa utama, yaitu:
- tahun 2023 diterima LPDP, dan
- tahun 2024 diterima di University of Pennsylvania/Columbia University/UC Barkeley.
Sesampainya ke Tanah Air lagi, Adinda pun bertanya kepada Ayahnya mengenai doanya.
- Adinda: “Gimana, Pa? Udah didoain belum kampusnya?”
- Papa: “Udah.”
- Adinda: “Doainnya di mana?”
- Papa: “Ya, pokoknya udah didoain.”
- Adinda: “Ya, ke mana?”
- Papa: “Harvard.”
Yup, doanya berbeda dari permintaan Adinda. Namun demikian, Adinda tetap fokus pada rencananya.
Plot Twist!
Dengan fokus pada rencana sebelumnya, Adinda melanjutkan mendaftar LPDP bersamaan dengan pendaftaran di University of Pennsylvania. Walaupun harus melakukan seleksi-seleksi ini sambil kerja, Adinda akhirnya tetap lulus seleksi beasiswa LPDP batch 2 tahun 2023. Setelah beberapa minggu, ia juga diterima di University of Pennsylvania pada jurusan Environmental Studies.
Namun, Adinda malah menemukan jurusan yang lebih cocok dengan kebutuhan rencananya di Harvard University. Maka dari itu, walau tanpa ekspektasi tinggi, ia mencoba untuk mendaftar ke program tersebut. Ternyata, ia diterima! Akhirnya, Adinda memutuskan untuk lanjut S2 pada program Environmental Health di Harvard University. So, doa ayahnya menjadi kenyataan.
Baca Juga: Beatrik Dwi Septiana: Meraih Cita-cita S2 di Luar Negeri setelah Menjadi ASN
Impian untuk Masa Depan
Saat ini, Adinda sudah memulai studinya di Amerika Serikat sejak semester 2 tahun 2024. Melalui pendidikannya, ia berharap dapat mengetahui cara mengatasi masalah kesehatan lingkungan dari hulu ke hilir. Selain itu, dia berharap dapat ikut bersinergi dengan pemerintah Indonesia dalam menghadirkan solusi tepat dari masalah lingkungan di Nusantara.
Itulah kisah Adinda Mirra. Jadi, apakah kamu tertarik juga untuk kuliah di Harvard University dengan bantuan beasiswa LPDP?
Jangan lupa, untuk mencapai impian, kamu sebaiknya merencanakan sebaik mungkin ya. Sebagai bantuan, kamu bisa mengandalkan solusi dari Punya Arti, yaitu mentoring beasiswa serta kelas persiapan Tes Bakat Skolastik LPDP.
Melalui mentoring dengan awardee berpengalaman, kamu bisa minta review esai hingga mock up interview secara gratis. Sementara itu, dengan kelas TBS, kamu dapat belajar sampai tes secara rutin agar mengetahui tips pengerjaan dan terbiasa menyelesaikan soalnya.
Sangat menarik, kan? Maka dari itu, yuk wujudkan impianmu bersama Punya Arti!
“Find love in everything that you do, and go big or go bigger!” – Adinda Mirra